Waspada Serangan Stroke, Tiba-Tiba Lemas dan Sulit Bicara Saat Aktivitas




15 Sep 2021, 09:03:38 WIB

Waspada Serangan Stroke, Tiba-Tiba Lemas dan Sulit Bicara Saat Aktivitas

ILUSTRASI. Meski tak menunjukkan gejala sebelumnya, namun jika tiba-tiba tubuh terasa lemas lalu sulit bicara maka bisa jadi Anda terkena stroke. Padahal masih usia muda. (Jawa Pos)


SERANGAN stroke bisa terjadi kapan saja. Meski tak menunjukkan gejala sebelumnya, namun jika tiba-tiba tubuh terasa lemas lalu sulit bicara maka bisa jadi Anda terkena stroke. Padahal masih usia muda.

Stroke dapat menyebabkan seseorang mengalami kecacatan sebagian bahkan seluruh tubuh hingga kematian. Tindakan cepat dan sedini mungkin harus dilakukan untuk mencegah kecacatan terjadi, salah satunya dengan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time).

Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional (PON) dr. Mursyid Bustami, Sp. S(K) mengatakan stroke itu terjadi secara mendadak. Tidak ada stroke yang pelan-pelan.

“Jadi orang lagi beraktivitas juga tiba-tiba tangannya lemah sebelah, tiba-tiba ngomongnya tidak benar, wajahnya kok turun sebelah gitu,” katanya dalam konferensi pers Gedbyar Edukasi dalam rangka Hari Kesehatan Nasional secara virtual, dalam keterangan Kemenkes baru-baru ini.

Tindakan cepat harus segera dilakukan dengan membawa penderita ke rumah sakit. Untuk mengenali gejala awal masyarakat dapat menggunakan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time).

Face merupakan gejala yang dilihat dari wajah seseorang yang tampak tidak normal seperti turun sebelah dan tidak simetris. Arm merupakan gejala stroke yang dilihat dari lengan penderita menjadi lemah. Jika lengan itu diangkat maka tingginya tidak sama dengan lengan satunya.

Speech, gejala stroke dilihat dari cara bicara penderita yang menjadi sulit, tidak jelas, atau bahkan tidak bisa bicara.

Time, metode terakhir setelah tiga metode sebelumnya terindikasi pada penderita, maka sudah waktunya membawa penderita ke rumah sakit.

“Jika sudah terkena gejala tersebut maka dapat dipastikan orang tersebut terkena stroke dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Dengan mengenal gejala-gejala tersebut sudah banyak pertolongan terhadap pasien stroke,” katanya.

Tak hanya FAST, kata dia, ada pula gejala stroke lain yang bisa terjadi pada penderita antara kain tiba-tiba pusing, atau tiba-tiba tidak bisa melihat dan sakit kepala yang sangat hebat. Penanganan yang paling tepat bagi seseorang yang terkena stroke mendadak adalah membawanya ke rumah sakit dengan segera.

“Kalau ada seseorang terkena gejala stroke, siapa pun dan kapan pun itu datanglah ke rumah sakit. Seringan apapun stroke jangan dibilang ringan atau nanti akan sembuh sendiri, tidak seperti itu,” tutur dr. Mursyid.

Sebagian masyarakat memahami stroke dapat disembuhkan dengan dipijat, mengeluarkan darah dari telinganya, dan menusukkan jarum ke bagian tubuh yang mengalami stroke. Menurut dr. Mursyid, pemahaman tersebut keliru. Penanganan yang paling tepat adalah dengan membawa penderita ke rumah sakit.

“Itu adalah satu anggapan yang tidak tepat, yang salah ya, tidak ada manfaatnya sama sekali terhadap stroke. Jadi kalau terjadi stroke segeralah pergi ke rumah sakit kapan pun, jadi jangan tunggu besok, jangan tunggu siapapun,” kata dr. Mursyid. (jpc/han)




Moderated by Admin Sosmed BalPos 2


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di