Waspada Menu Lebaran, Pemicu Kolesterol Naik




11 Mei 2021, 08:15:40 WIB

Waspada Menu Lebaran, Pemicu Kolesterol Naik

Foto: KONSUMSI: Hidangan saat Lebaran yang tidak terkontrol dapat meningkatkan angka kolesterol. (IST)


SUDAH jadi rahasia umum bahwa berbagai menu Lebaran rentan memicu naiknya kadar kolesterol dalam darah. Kenali beberapa tanda kolesterol tinggi.

Konsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung lemak dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kondisi ini disebut juga dengan kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia.

Saat kadar LDL tinggi, lemak menumpuk di pembuluh darah. Penumpukan ini akan mempersulit aliran darah di arteri. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah di sejumlah organ tubuh, utamanya di jantung dan otak.

Sebagaimana diketahui, kolesterol tinggi menjadi salah satu faktor risiko utama untuk mengembangkan penyakit jantung dan hipertensi.

Lantas, bagaimana dengan tanda kolesterol tinggi yang dikeluarkan tubuh?

Mengutip Very Well Health, kadar kolesterol yang tinggi tak memperlihatkan gejala khas tertentu. Hanya saja, beberapa orang dapat mengembangkan gejala pada kulit jika kadar kolesterol sangat tinggi.

 

Beberapa kasus kolesterol tinggi yang parah dapat memicu masalah pada kulit seperti xanthomas. Nama terakhir merupakan kondisi saat lemak mulai keluar dari kulit, terutama di sekitar mata dan kelopak mata. Kondisi ini juga bisa menyebabkan benjolan di tangan, siku, dan lutut.

 

Pada sebagian kasus, gejala baru muncul saat terjadi kejadian kardiovaskular kecil. Misalnya pada kasus yang menyebabkan hipertensi, kolesterol tinggi bisa membuat Anda mengalami kelelahan, sulit bernapas, sakit kepala, masalah pada penglihatan, detak jantung tidak teratur, dan nyeri dada.

Selain itu, mengutip Healthline, pada kasus yang menyebabkan penyakit jantung, kolesterol tinggi bisa memperlihatkan gejala nyeri dada, mual, kelelahan ekstrem, sesak napas, nyeri di bagian leher; rahang; perut bagian atas; atau punggung, serta mati rasa.

Namun, gejala-gejala ini umumnya akan muncul saat kolesterol tinggi menyebabkan pembentukan plak pada arteri. Plak dapat mempersempit arteri dan membuat darah yang bisa lewat atau mengalir menjadi lebih sedikit.

Pembentukan plak dapat mengubah sususan lapisan arteri yang dapat menyebabkan komplikasi serius.

Tes darah merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui kondisi kolesterol. Kolesterol dikatakan tinggi jika kadar total kolesterol dalam darah mencapai lebih dari 240 mg/dL.

The American Heart Association merekomendasikan pemeriksaan kadar kolesterol setiap 4 hingga 6 tahun sekali bagi orang dewasa sehat berusia di atas 20 tahun. Lakukan pemeriksaan lebih sering jika Anda memiliki riwayat serangan jantung usia muda atau turunan dari keluarga.

Karena kolesterol tinggi tak memperlihatkan tanda apa pun pada tahap awal, penting bagi Anda untuk membuat pilihan gaya hidup yang baik. Konsumsi makanan sehat, pertahankan rutinitas olahraga, dan pantau kadar kolesterol secara berkala. (cnni/han)




Moderated by Admin Sehat&Bugar


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di