Terapi hanya Ringankan Gejala Asma




27 Jul 2021, 08:45:18 WIB

Terapi hanya Ringankan Gejala Asma

Foto Novi Mantari


GEJALA sesak nafas pada asma dapat mengganggu aktifitas penderita. Karena gejalanya hilang-timbul tergantung alergi. Penyakit keturunan ini terbilang jarang sembuh secara langsung. Biasanya lewat terapi untuk meringankan gejala.

Asma itu penyakit peradangan saluran pernafasan. Karena terjadi penyempitan saluran nafas. Sehingga penderita akan sesak nafas. Biasanya ciri khas asma terdengar suara mengi saat bernafas. ”Asma ini ada riwayat keluarga dengan alergi. Kemudian ditambah faktor pencetus (yang bisa menimbulkan gejala). Biasanya debu, udara, kecapekan, emosional,” jelas Novi Mantari, salah satu dokter UGD di RS Keluarga Sehat Pati.

Saat ada alergen (debu), saluran nafas akan ada reaksi peradangan. Karena asma ini bisa dibilang sensitif saluran pernafasannya. Kemudian efeknya saluran nafas akan menyempit. Ditambah produksi lendir meningkat. Akhirnya saluran nafas tersumbat. ”Saat saluran nafas radang, tubuh akan merespon. Mulai batuk, sesak nafas, hingga bersin-bersin,” katanya.

Ciri khas asma selain mengi, adapula gejalanya sembuh dengan sendirinya. Istilahnya refersibel. Tapi itu hanya untuk gejala ringan (sesak nafas ringan, batuk, bersin). Kalau gejala berat harus menggunakan terapi sesuai resep dokter. Gejala berat ini biasanya saat bicara susah, tidak bisa tiduran melainkan duduk, nafas tersengal-sengal, ada otot bantu nafas, terlihat gelisah, keringat dingin, dan sianosis (muncul kebiruan di kuku). ”Gejala asma muncul paling sering pada malam atau dini hari,” ujarnya.

Kalau pasien asma masuk di Instalasi Gawat Darurat (IGD), penanganan pertamanya dilakukan terapi oksigen. Dosisnya dua liter jika gejala ringan. Kemudian ada inhalasi obat-obat reaksi cepat seperti salbutamol. Itu biasanya dilakukan dengan nebulizer.

Sedangkan untuk gejala berat, pemberian oksigen bisanya empat liter ke atas dosisnya. Kemudian untuk terapi nebulizer tiga kali. Itu per 20 menit. ”Misal keadaannya tidak membaik. Itu akan dilakukan injeksi kortikosteroid,” tambahnya.

Saat pemeriksaan di IGD, Dokter Novi akan bertanya ke pasien tentang riwayat penyakitnya. Lalu akan dipantau keadaan fisiknya. Misalnya asma pasien akan terlihat gelisah, otot bantu nafas, dan kesulitan bernafas. Kemudian akan diberi terapi oksigen lalu nebulizer.

”Setelah serangan akut itu, akan ada pemeriksaan spirometri. Caranya meniup alatnya. Itu untuk menilai sumbatan jalan nafas. Kemudian uji alergi,” paparnya.

Biasanya terapi pasien asma ada dua tujuan. Mengobati gejala dan mencegah terjadinya serangan asma. Tujuannya untuk mengontrol penyakit. Bisanya disebut asma terkontrol. Yaitu kondisi stabil minimal dalam waktu satu bulan tak ada kasus.

Terapi pengobatan ditujukan untuk mengatasi dan mencegah gejala obstruksi jalan napas. Yang terdiri dari obat pengontrol dan pelega.

Pengontrol diberikan setiap hari untuk mencapai dan mempertahankan keadaan asma terkontrol. Di antaranya, kortikosteroid inhalasi, kortikosteroid sistemik, agonis beta-2 kerja lama, inhalasi/oral, antihistamin.

Selanjutnya ada pelega. Itu untuk memperbaiki dan menghambat bronkostriksi yang berkaitan dengan gejala akut. Terapinya Agonis beta-2 kerja singkat, Kortikosteroid sistemik, Aminofillin, dan Adrenalin.

”Intinya meningkatkan kualitas hidup bagi penderita. Soalnya, penyakit ini mengganggu aktifitas sehari-hari,” ungkapnya.

Untuk mencegah asma ini harus konsultasi dengan dokter. Soalnya, harus mengenali alergennya. Mengenali dan menghindari pemicu serangan asma. ”Kemudian ritme olahraga juga diatur, gaya hidup juga. Intinya terapi ini untuk menghilangkan gejala asma. Sehingga kualitas hidup penderita meningkat,” pungkasnya. (adr/jpg)




Moderated by Admin Sosmed BalPos 2


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di