Syahrudin Pikir-pikir Ajukan Gugatan

Terkait SK Penunjukan Pimpinan DPRD


05 Okt 2019, 11:43:38 WIB

Syahrudin Pikir-pikir Ajukan Gugatan

RIAK : Syahrudin M Noor (kaca mata) saat menyampaikan keterangan pers terkait keputusan DPPD Demokrat yang menunjuk Jhon Kenedi sebagai Ketua DPRD PPU.


balikpapanPos-online.co.idPENAJAM- Ketua DPC Demokrat Penajam Paser Utara (PPU) Syahrudin M Noor masih menimbang-nimbang untuk menempuh jalur hukum terkait keputusan DPP Demokrat yang menunjuk Jhon Kenedi sebagai Ketua DPRD PPU.

Anggota DPRD PPU Dapil Waru-Babulu merasa berhak menduduki jabatan Ketua DPRD PPU. Jika merujuk pada Petunjuk Pelaksana (Juklak) Nomor 01/Juklak/VII/2019 tentang Alat Kelengkapan dan Penetapan Pimpinan DPRD, yang diterbitkan DPP Demokrat pada Juli lalu. Dalam Juklak tersebut diatur jumlah minimal calon unsur pimpinan yang diusulkan. yakni sekurang-kurangnya tiga orang. Dan syaratnya yakni pengurus partai dan loyal, pernah menjabat sebagai anggota dan pimpinan DPRD, meraih suara tertinggi dan pendidikan meinimal S1. Untuk unsur pimpinan DPRD, Jhon Kenedi pernah menjabat sebagai wakil ketua DPRD PPU Periode 2009-2014. Sementara Syahrudin M Noor menjabat sebagai wakil ketua DPRD Periode 2014-2019. Dari segi kepengurusan partai dan perolehan suara, Syahrudin lebih unggul. Karena menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat PPU dan meraih perolehan suara tertinggi di internal partai.

Hasil pemilu 2019, Demokrat meraih empat kursi DPRD kabupaten. Yakni  di Dapil Penajam Jhon Kenedi 1.861 Suara dan Syarifuddin HR 1.581 suara, Dapil Waru-Babulu Syahrudin M Noor 2.956 suara, Dapil Sepaku Muhammad Bijak Ilhamdani 1.503 suara.

 

“Masih didiskusikan dulu. Saya sebagai kader diatur dalam undang-undang nomor 2 tahun 2011, hak konstitusi saya ada. Begitu juga dengan ADART partai, PO dan Juklak. Kalau dibilang melawan, bukan. Saya hanya memperjuangkan hak saya yangs duah diatur secara konstitusional baik partai maupun undnag-undang,” kata Syahrudin saat jumpa pers di salah satu warung di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kamis (3/10) siang.

 

Syahrudin juga menekankan, tidak memiliki niatan atau upaya untuk menghalagi penetapan dan pelantikan Jhon Kenedi sebagai Ketua DPRD PPU. Karena, Surat Keputusan (SK) DPP Demokrat Nomor 400/SK/DPP.PD/IX/2019 tertanggal 25 September 2019 ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demokrat Hinca IP Pandjaitan XIII, memutuskan mandat kepada Jhon Kenedi sebagai ketua DPRD PPU periode 2019-2024, saat diserahkan ke Sekretariat DPRD pada 1 Oktober. Syahrudin sebagai ketua DPC Demokrat juga menerbitkan surat pengantar.

“Saya tidak mengahalngi proses itu. Kita tahu ada agenda pembahasan APBD yang harus dipertimbangkan,” ujarnya.

Ia mengaku, terus berupaya meredam reaksi para pendukungnya dan internal partainya yang tidak puas dengan keputusan DPP. “Saya juga meredam teman-teman, jangan sampai berdampak luas. Konsituen saya banyak di Waru-Babulu dan serikat pekerja, saya tidak ingin mereka melakukan gerakan,” ujarnya.

Proses pengajukan nama-nama calon unsur pimpinan DPRD PPU yang diajukan ke DPP Demokrat pada saat itu, Syahrudin menceritakan, surat rekomendasi calon unsur pimpinan ke DPP pada walanya hanya satu nama yang diusulkan, yakni Syahrudin. Menurutnya, pengajuan satu nama tersebut tidak terlepas hasil konsultasi kepada Ketua DPD Demokrat Kaltim Syaharie Jaang. Wali Kota Samarinda ini, kata Syahrudin, meyrankan agar DPC Demokrat PPU mengajukan satu nama saja. “ Selesai Pileg, saya sama Sekjen Demokrat PPU (Syamsuddin) ke Samarinda meminta petunjuk beliau (Syaharie Jaang), rekom ini seperti awa. Awal pertemuan, beliau bilang rekomnya cukup satu nama saja. Daripada menyusahkan nanti DPD dan DPP,” ungkap Syahrudin.

Setelah rekom satu nama tersebut diterbitkan muncul Juklat dari DPP yang mensyaratkan minimal tiga nama yang diajukan. Syahrudin menyatakan, surat rekomendasi tersebut pun direvisi. Sebelum menentukan tiga nama untuk doirekomendasikan ke DPP terlebih dahulu dilakukan poling internal partai. Hasilnya, Syahrudin mendapat poin 15, Syarifuddin HR 10 poin, Bijak Ilhamdani 10 poin dan Jhon Kenedi hanya 1 poin. Jadi, internal partai memutuskan hanya tiga nama meraih poin terbanya untuk diusulkan ke DPP melalui DPD.

Tapi, tengah perjalanan mengalami perubahan. Pada saat rekomendasi tersebut diproses di DPD, nama Jhon Kenedi masuk dalam rekoendasi tersebut.

“Pada saat saya ke DPP sudah ada nama JK (Jhon Kenedi). Saya juga kaget. Saya juga tidak tahu nama siapa yang tergeser pada saat nama JK masuk. Karena surat itu saya juga tidak lihat,” ujarnya.

Syahrudin mengaku, menjalani tiga kali tahapan wawancara di DPP terkait dengan usulan unsur pimpinan DPRD PPU. Pada tanggal 2 September 2019, Syahrudin mendapatkan informasi bahwa SK penunjukan dirinya sebagai ketua DPRD PPU telah dikeluarkan oleh DPP. Dan diperintahkan SK tersebut diambil di Jakarta pada tanggal 5 September. Namun, tanggal 5 September tersbut, Syahrudin tidak bisa ke Jakarta karena ia juga diwisudi di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. “Tanggal 6 September saya langsung dari Maksaar ke Jakarta. Karena saya dihubungi oleh DPP kalau SK saya sudah keluar. Pada saay saya tiba di Jakarta, dapat informasi kalau SK saya dipendding. Saya juga tidak tahu apa alasannya, karen atidak mendapat konfirmasi dari DPP,” ujarnya.

Syahrudin juga menampik isu beredar di internal partainya, bahwa ia dituding sedang membagun bargaining. Karena, Syahrudin mengaku, sempat dipanggil pihak DPP Demokrat untuk menadatangani surat perjanjian pembagian masa pimpinan DPRD. “Saya diruruh tandatangan perjanjian 2,5 tahun itu, disitu berbunyi JK 2,5 tahun dan saya 2,5 tahun. Surat perjanjian paruh waktu 2,5 tahun itu, kurang bijak kalau saya tandatangani,” tandasnya. (kad/ono)




Moderated by Redaksi


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di