Suhu Bumi Makin Panas Picu Virus Penyakit

Atasi Emisi Karbon dengan Zero Emission


05 Agu 2022, 08:54:18 WIB

Suhu Bumi Makin Panas Picu Virus Penyakit

ILUSTRASI. Karbon emisi kendaraan memicu munculnya berbagai virus pengakit.


MEMANASNYA suhu bumi menimbulkan risiko virus penyakit dari hewan lompat ke manusia atau zoonosis. Maka untuk mengatasi perubahan iklim, salah satunya adalah dengan mengatasi emisi karbon.

Dalam jurnal internasional Nature diungkapkan bahwa perubahan iklim membuat virus berpotensi melompat ke manusia. Es mencair juga membuat virus dan bakteri di dalamnya ikut mengancam.

Dalam laporan penelitian di jurnal Nature dilaporkan, setidaknya 15 ribu penularan virus lintas spesies baru dapat terjadi pada tahun 2070. Para ilmuwan sekarang percaya bahwa pemanasan global akan secara signifikan meningkatkan jumlah penularan virus lintas spesies dalam beberapa dekade mendatang.

Dalam penelitian itu disebutkan, ketika suhu global terus meningkat, banyak spesies hewan kemungkinan akan bermigrasi ke lingkungan baru. Mereka membawa parasit dan patogen atau kuman dan memfasilitasi berbagi virus antara spesies yang sebelumnya tidak memiliki interaksi.

Peningkatan itu kemudian dapat membantu dalam limpahan zoonosis atau penularan patogen dari hewan liar ke manusia.

Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) akan melakukan Pendakian Netral Karbon di Taman Nasional Bukit Baka dan Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat dalam kegiatan bertajuk Baka-raya Project pada 7-28 Agustus 2022. Proses Netral Karbon yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah Carbon Footprint Calculator serta Carbon Offsetting.

Tujuannya untuk turut mengampanyekan kesadaran para pendaki dan wisatawan di Indonesia atas emisi karbon yang dihasilkan selama melakukan perjalanan. Pendakian ini diharapkan turut membangkitkan geliat pariwisata pascapandemi di Kabupaten Sintang.

Tak hanya pendakian, dalam perjalanan ini Mapala UI juga akan menginisiasi proyek sosial ‘Pojok Literasi’ di Desa Rantau Malam, Kabupaten Sintang sebagai upaya menunjukkan kepedulian terhadap peningkatan literasi anak di daerah yang dijelajahi.

Bersama PT Gramedia Asri Media serta Perpustakaan Nasional, kegiatan ini akan dilaksanakan dengan cara membangun pojok baca di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Rantau Malam yang saat ini masih belum memiliki perpustakaan.

“Kegiatan ini merupakan cara kami responsif dan adaptif terhadap isu lingkungan secara global. Dengan adanya target Indonesia Net Zero Emission pada tahun 2060, Baka-raya Project menjadi bentuk kontribusi kami untuk turut serta dalam upaya melawan climate change tersebut,” jelas Ketua Mapala UI, Magkma (M-1066-UI) kepada wartawan baru-baru ini.

Mengatasi Emisi Karbon

Netral Karbon adalah keadaan ketika adanya keseimbangan antara karbon dioksida atau emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan manusia dengan jumlah karbon yang terserap kembali di muka bumi. Istilah lain untuk menyebut salah satu gerakan memperlambat laju perubahan iklim ini adalah net zero emission.

“Prinsipnya adalah menghitung, mengganti, dan mengurangi emisi,” jelasnya.

Konsep netral karbon dalam kegiatan Baka-raya Project diterapkan dengan cara menghitung emisi karbon yang dihasilkan selama perjalanan menggunakan carbon footprint calculator khusus pendakian yang dikembangkan oleh Mapala UI dengan referensi dari WRI (World Resources Institute), IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) dan beberapa referensi lain sesuai kebutuhan masing-masing parameter. Berbeda dari Carbon Footprint Calculator yang telah ada, kalkulator ini dirancang untuk bisa menghitung keseluruhan emisi karbon yang dihasilkan dengan memperhatikan secara detail parameter tiap variabel.

 

“Ini berkaitan erat dengan pendakian seperti makanan, bahan bakar masak, dan pembukaan jalur di hutan,” ujar Ketua Pelaksana Baka-raya Project, Rifqi Noor Afwan (M-1053-UI) .

 

Carbon Calculator khusus pendakian ini nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk website agar dapat digunakan pula oleh para pendaki di seluruh Indonesia. Pascapendakian, Baka-raya Project pun berencana untuk menggelar event berupa diskusi panel dan penayangan dokumenter #PendakianNetralKarbon agar makin banyak pendaki Indonesia yang tertarik untuk memahami dan mengikuti kampanye ini.

“Kami harap, rekan-rekan pendaki se-Indonesia nantinya akan menjadikan perhitungan karbon pendakian ini sebagai suatu kebiasaan bersama, sebagai langkah awal penerapan pendakian yang netral karbon,” kata Rifqi.

Selain menghitung emisi karbon pendakian, pihaknya kemudian akan membayar emisi karbon yang dihasilkan (carbon offsetting) sebagai bentuk pertanggungjawaban atas emisi tersebut. Mereka menggunakan perantara aplikasi Jejak.In sebagai penyedia jasa carbon offsetting. Carbon offsetting akan dilakukan dengan cara menanam mangrove.

Penanaman pohon dilakukan sebagai bentuk carbon offsetting sebab pohon terbukti memiliki kemampuan sekuestrasi karbon serta dapat menyerap dan kemudian mengubah emisi karbon menjadi biomassa. Pohon mangrove sendiri dipilih karena memiliki kemampuan menyerap karbon 4-5x lebih banyak dibandingkan pohon lain.

“Pendakian Netral Karbon ini nantinya dapat bersinergi dengan Kemenparekraf serta organisasi terkait lainnya agar dapat bersama-sama mewujudkan pariwisata alam yang ramah lingkungan di Indonesia,” katanya.(jpc/han)




Moderated by Admin Sosmed BalPos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di