Program PLB, Premium Menghilang di SPBU

Sopir Angkot Belum Terdampak Harga Pertalite


24 Mar 2021, 09:16:56 WIB

Program PLB, Premium Menghilang di SPBU

TIDAK ANTRE : Pemberlakuan harga Pertalite setara premium membuat sepi antrean angkot saat mengisi BBM di SPBU Dam.


BALIKPAPAN - Dalam program langit biru (PLN) dari PT Pertamina (Persero) didukung oleh  Pemerintah Kota Balikpapan berdampak pada menghilangnya BBM jenis premium di beberapa SPBU utama Balikpapan.

Hal ini juga berdampak pada tidak adanya lagi antrean yang mengular di beberapa SPBU Balikpapan yang kerap menjual BBM jenis premium seperti di SPBU Dam MT Haryono, Gunung Guntur dan Karang Anyar.

Diturunkannya harga Pertalite untuk kendaraan roda dua, roda tiga, angkot plat kuning tidak dirasakan dampaknya oleh para sopir angkot.

Dikatakan Waja, sopir angkot nomor 7, dengan penurunan harga Pertalite setara premium, dirinya belum merasakan dampak.

"Karena tiap hari angkot saya 'minumnya' bensin, tapi karena bensin sudah tidak ada, diganti dengan Pertalite yang harganya sama dengan bensin, saya tidak keluar biaya tambahan untuk beli bensin lagi," jelasnya kemarin.

Meskipun rencana pemberlakuan harga setara premium berlaku enam bulan, dirinya belum tahu kedepannya. "Yang jelas kami dari sopir berharap agar BBM Pertalite harganya ga usah naik lagi, kembali ke harga normal nantinya," harap Waja.

Sementara itu, salah satu pemilik kendaraan roda empat, Henry mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan untuk BBM mobilnya membeli Pertalite

"Yah harusnya mobil-mobil seperti Avanza yang bukan jenis mahal, diberikan BBM harga Pertalite khusus ini, apalagi dikondisi pandemi saat ini," harap warga Kelurahan Damai Baru ini.

Menurutnya kebijakan PLB Pertamina, harusnya melihat kondisi masyarakat, diakuinya kebijakan penghilangan BBM jenis premium sebagai upaya menaikan harga BBM secara perlahan.

"Kan jelas, premium ga diproduksi lagi dengan alasan PLB, lalu Pertalite yang dijual, nah kalau setelah enam bulan, kan harganya bisa kembali normal lagi," terang pria berkacamata ini.

Dirinya mengusulkan agar Pertamina dapat menurunkan harga Pertalite untuk mobil-mobil yang sedang, bukan jenis mobil mewah.

"Karena saat premium ada, mobil jenis Kijang Innova, bahkan yang mobil baru banyak juga yang beli bensin (premium), harusnya ada pembedaan," tutupnya.

Dikatakan Soniansyah Manager SPBU Dam Jalan MT. Haryono sejak Minggu (21/3) lalu sudah tidak menjual lagi BBM jenis Premium.

“Tidak semua SPBU tersedia, hanya waktu tertentu saja dan cepat habisnya sehingga kendaraan roda dua dan roda empat rela antre panjang untuk mendapatkan premium yang langka kala itu,” ujar Soni.

Soni mengatakan bahan bakar jenis Premium ini mengandung timbal yang dapat merusak kualitas udara sehingga untuk memberikan udara baik bagi masyarakat disepakati untuk menggantian Premium dengan Pertalite.

Saat ini harga satu liter Pertalite Rp 7.850 harga ini termasuk mahal jika dibandingkan dengan Premium yang harganya Rp 6.450 perliter.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Susanto August Satria, Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR VI menyebut Program Langit Biru yang diadakan oleh Pertamina mendukung program langit biru yang diadakan juga oleh Pemkot Balikpapan.

"Pertamina tidak memiliki wewenang untuk menghapus pemasaran produk Premium karena dari segi regulasinya masih ada. Selama 6 bulan ini, kami bersama Pemkot Balikpapan juga akan melakukan evaluasi," jelasnya.

Ditanya lokasi SPBU yang masih menjual BBM jenis premium, ada satu APMS di Teritip masih menjual premium. (bp-4/han)




Moderated by BalPos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di