Pilkada Dalam Perspektif Pemuda Kabupaten Paser

Oleh: Abdul Aziz Ketua Umum DPD KNPI Kabupaten Paser


19 Nov 2020, 11:37:09 WIB

Pilkada Dalam Perspektif Pemuda Kabupaten Paser

balpos.com, TANA PASER- Menjelang 61 tahun terbentuknya Kabupaten Paser, tepatnya tanggal 29 Desember 2020 sesuai dengan UU No. 27 Tahun 1959 akan merayakan hari jadi Kabupaten Paser. Bertepatan di bulan yang sama di tanggal 9 Desember 2020 akan dilaksanakan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daaerah atau tepatnya biasa disingkat Pilkada yang akan dilaksanakan serentak di beberapa penjuru Tanah Air Republik Indonesia, termasuk Kabupaten Paser sendiri.

Kontestasi politik Kabupaten Paser tentu mengalami reaksi dan kontradiksi yang beragam hingga menimbulkan kelompok anomik, pemuda sebagai sebuah kelompok masyarakat dalam sebuah struktur politik tanah air memiliki hak laten dan manifestasi yang harus dibangkitkan untuk mengasah kesadaran politik anak muda dalam mengambil ruang dan arena serta waktu untuk berkiprah dan mengasah kreativitas dalam rangka membangun kesadaran politik sesuai dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman, serta menghadirkan inovasi dalam merebut suara pemilih yang terstruktur pada dua kondisi, dimana kondisi yang pertama adalah masyarakat pemilih yang dapat ditemui dan berinteraksi secara langsung serta masyarakat dunia maya yang hanya dapat ditemui melalui teknologi komunikasi sosial media, atau biasa kita sebut dengan dunia maya atau netizen. 

Peran pemuda dalam membangun bangsa atau daerah tentu bukan saja dibutuhkan ketika situasi negara mengalami situasi anomali atau ketika situasi dalam keadaan sulit atau chaos. Tapi bagaimana peran pemuda dalam situasi normal justru diharap memunculkan semangat membangun bangsa dan daerah dalam bentuk idealisme dan sebagai Agen of Change (agen perubahan), dimana ini berfungsi bisa mengawal Pilkada yang jujur dan bersih, serta berinteraksi langsung mengawal dan mengawasi jalannya pemilihan yang jujur adil dan bersih.

Mengambil peran sebagai penyelenggara Pilkada, pengawas pilkada, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), pemantau independen dan berperan aktif di sebagai pendukung calon kepala daerah, baik itu sebagai tenaga relawan pemenangan, pengurus partai politik, dan sebagainya.

Proses demokrasi Tanah Air yang berimbas pada Pilkada di daerah tentu memerlukan pengawasan dan pengawalan untuk memastikan proses demokrasi yang sedang berjalan, kita berharap tidak ada stigma negative dimana proses demokrasi yang berlangsung berdasarkan periode 5 tahunan sekali bukan ajang untuk menimbulkan kerusuhan dan kerugian secara moral, moril dan materil. Untuk itu pemuda sebagai sebuah komponen bangsa harus terlibat dalam politik, bukan anti terhadap politik, karena pemuda adalah produk politik bangsa sebagaimana presiden pertama Republik Indonesia Ir. Sukarno beserta pendiri bangsa lainnya seperti Muhammad Hatta, Sutan Syahrir, Jenderal Sudirman, Budi Utomo, adalah kelompok pejuang yang memerdekan bangsa Indonesia dimulai sejak usia muda dengan semangat dan gelora muda melalui “Sumpah Palapa” Patih Gajah Mada menjadi cikal bakal ikrar pemuda dalam menyatukan komponen bangsa yang terkenal melalui Sumpah Pemuda.

Refleksi dengan hajatan besar bangsa indonesia dimana rencana kegiatan pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indoneisa yang ditempatkan di wilayah Provinsi Kalimantan Timur, tentu diharapkan peran serta Pemerintah Daerah dalam membangun wilayah IKN baru untuk menopang kemajuan serta menunjang dan mendukung perkembangan ibu kota baru. Ini akan menjadi Bargaining of Position atau nilai tawar bagaimana memajukan daerah ke depannya, khususnya Kabupaten Paser adalah salah satu wilayah yang terdekat dari rencana lokasi Ibu Kota Negara (IKN) yang sudah ditetapkan, maka akan berdampak secara langsung terhadap perkembangan IKN. Untuk itu Pilkada Kabupaten Paser di tanggal 9 Desember 2020 nanti akan menghasilkan kepala daerah baik itu bupati dan wakil bupati.

Sebagai kepala daerah tentu ini akan sangat menentukan kesiapan Kabupaten Paser dalam mempersiapkan, menata dan setarakan pembangunan untuk tidak tertinggal dengan daerah lainnya, peningkatan ekonomi Kabupaten Paser sebagai kota yang akan menunjang perkembangan IKN baru, menjaga kearifan lokal, melestarikan seni budaya adalah sedikit produk dari sekian banyak yang akan dihasilkan dari proses politik yang tercipta di bulan Desember 2020 ini. 

Agar pemuda siap dalam produk politik ke depan tentu diperlukan kriteria pemuda yang mampu memiliki nilai lebih dimana peran serta pemerintah daerah dalam hal ini kepala daerah yang akan terpilih kelak bisa mengakomodir kebutuhan dan kesiapan pemuda dan pemudi Kabupaten Paser menyongsong manusia unggul dalam hal sumber daya manusia, produk digitalisasi, produk penyetaraan kompetensi agar bisa bersaing baik secara Individu maupun kelompok seperti badan usaha perusahaan lokal dan beberapa organisasi masyarakat di Kabupaten Paser, serta produk-produk hasil politik lainnya yang akan ditentukan oleh siapa pemenang Pilkada Kabupaten Paser berikutnya. 

Tentu kita sebagai pemuda harus jeli dan memiliki sensifitas yang tinggi terhadap visi dan misi calon kepala daerah yang berkompetisi saat ini, dimana kita pemuda tentu bisa menilai dan melihat mana program yang tertuang dalam visi dan misi berpihak terhadap perkembangan pemuda pemudi Kabupaten Paser ke depan. 

Untuk itu dalam rangka politik di Tanah Air dan daerah, kita berharap pemuda pemudi di Kabupaten Paser bisa menjadi arah penentu politik, khususnya daerah kita Kabupaten Paser, dimana pemuda diharapkan memiliki kriteria yang memiliki kemampuan dan persiapan untuk membangun daerah dengan kriteria sebagai berikut: yang pertama adalah pemuda yang memiliki integritas yaitu pemuda yang menjunjung tinggi etika dan moral serta patuh terhadap agama dan pemimpin. Yang kedua, pemuda yang memiliki kompetensi dimana memiliki kemampuan sumber daya manusia yang unggul di berbagai bidang, memiliki rasa sensifitas yang tinggi dan mengenal kebutuhan dan mengetahui kekurangan, serta meningkatkan kompetensi pemuda demi dan dalam rangka keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Paser. Yang ketiga, pemuda yang memiliki komitmen yang tinggi untuk menggapai cita cita bangsa, memiliki idealisme untuk turut andil dan ikut serta dalam pembangunan nasional dan daerah, serta turut serta berpartisipasi aktif memberikan masukan dan kritik membangun melalui berbagai macam media baik itu organisasi profit maupun non profit. 

Yang keempat adalah membangun konstituen atau jaringan dalam rangka membangun komitmen serta dukungan masyarakat yang seluas luasnya dalam rangka membangun komunikasi politik dan publik dengan cara pemuda tentunya. 

Pendidikan politik di kalangan pemuda tentu sangatlah penting agar politik praktis yang akan terus berjalan di negeri ini baik itu di pusat dan daerah bahkan sampai dengan tingkat desa dan RT/RW bisa menghasilkan produk demokrasi yang dinamis dan berkesinambungan serta berkembang ke arah lebih baik, harapannya di tangan pemuda lah politik pragmatis dan politik entitas seperti SARA akan tergerus oleh pemuda yang memiliki kesadaran politik tinggi, dimana pemuda ikut dan berperan serta secara aktif dalam setiap perhelatan politik Tanah Air. (***/bp-1/die/cal)




Moderated by balpos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Berita Sehat Bugar

Read More


UPAH MINIMUM TAHUN 2020
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
KALTIM UMUM 2.981.378,72
BALIKPAPAN UMUM 3.069.315,66
BERAU UMUM 3.386.593,23
BONTANG UMUM 3.182.706,00
KUBAR UMUM 3.309.555,00
KUKAR UMUM 3.179.673,00
KUTIM UMUM 3.140.098,00
PASER UMUM 3.025.172,00
PPU UMUM 3.363.809,79
SAMARINDA UMUM 3.112.156,40

Temukan juga kami di