PHRI Sebut Okupansi Masih Merangkak

Hotel Terima Isolasi, Tingkat Hunian Bisa di Atas 50 Persen


07 Okt 2020, 10:52:43 WIB

PHRI Sebut Okupansi Masih Merangkak

IST


Balpos.com, BALIKPAPAN-Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Meski telah diterapkan new normal, namun dampaknya masih dirasakan semua sektor.

Salah satu sektor tersebut adalah perhotelan. Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan, Sahmal Ruhip, perekonomian di sektor perhotelan belum benar-benar pulih.

"Saya lihat ini masih merangkak," katanya.

Untuk tetap bertahan, sejumlah hotel di Kota Minyak pun menerapkan sistem baru. Mulai dari melakukan efisiensi berupa pengurangan jam kerja, cuti tidak dibayar, hingga memberlakukan sif lantai kamar. Tiga bulan pertama keberadaan Covid-19, okupansi turun drastis karena okupansi hanya sekira 10 persen.

"Ekonomi tidak bergerak. Sekarang tergantung Covid-19 ini saja. Semakin cepat masyarakat disiplin protokol kesehatan, angkanya otomatis turun. Jika itu turun, masyarakat akan bebas beraktivitas," urainya.

Sementara ketika ditanya persentase okupansi saat ini, Sahmal mengatakan, belum bisa memberikan angka pasti. Setiap hotel memiliki okupansi yang berbeda-beda.

Apalagi, saat ini sejumlah hotel ada yang menerima untuk karantina atau isolasi mandiri. Hal ini tentu akan berdampak pada tingkat okupansi.

"Kita tidak bisa samaratakan (okupansi, Red). Kalau mau terima (karantina dan isolasi) itu banyak banget, bisa di atas 50 persen. Utamanya dari perusahaan pertambangan. Hotel berbintang lagi naik daun ini," ungkapnya.

Sementara itu, General Manager Platinum Hotel and Convention Hall, Yanuar Kurniawan mengatakan, okupansi mulai membaik sejak awal Juni lalu. Sementara untuk okupansi saat ini berada di kisaran 50 persen.

"Pelan-pelan, tapi kita ada progres. Setiap bulan naiknya 10 persen dari total 200 kamar," ujarnya.

Untuk tamu, dia menambahkan, ada yang berasal dari perusahaan maupun individu. Mereka pun lebih banyak memesan kamar melalui online. 

Ketika ditanya soal karantina dan isolasi mandiri, pria yang akrab disapa Yan ini mengungkapkan, sejauh ini pihaknya siap untuk menerima karantina mandiri.

"Kalau soal rencana untuk menerima pasien isolasi mandiri yang terkonfirmasi positif Covid-19, sampai sekarang belum terima. Tapi jika mengikuti kondisi pasar, permintaan memang banyak di situ," tambahnya.

Yanuar juga mengungkapkan, pihaknya memang telah mendapatkan penawaran dari sejumlah penawaran untuk dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri. Namun, hal itu ditolak.

"Ada beberapa perusahaan yang telepon ke kami hendak menginapkan karyawannya yang positif Covid-19. Namun, mohon maaf, kami tolak," tutupnya. (dia/pri)




Moderated by Redaksi Balikpapan Pos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Berita Sehat Bugar

Read More


UPAH MINIMUM TAHUN 2020
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
KALTIM UMUM 2.981.378,72
BALIKPAPAN UMUM 3.069.315,66
BERAU UMUM 3.386.593,23
BONTANG UMUM 3.182.706,00
KUBAR UMUM 3.309.555,00
KUKAR UMUM 3.179.673,00
KUTIM UMUM 3.140.098,00
PASER UMUM 3.025.172,00
PPU UMUM 3.363.809,79
SAMARINDA UMUM 3.112.156,40

Temukan juga kami di