Penanganan DBD Jangan Diabaikan




25 Jun 2020, 09:34:33 WIB

Penanganan DBD Jangan Diabaikan

Balpos.com, BALIKPAPAN - Ancaman Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Minyak rupanya tidak kalah dahsyat di tengah pandemi Covid-19. Hal ini pun menuai sorotan DPRD Balikpapan dan mendesak Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, agar tidak mengabaikan penanganan DBD meski saat yang bersamaan ini juga dihadapkan pada rumitnya penanganan wabah corona.

Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan Sandi Ardian menilai, pemerintah kurang antisipatif soal DBD, karena selain diterpa wabah Covid-19 yang menjadi pandemi global. Buktinya di Balikpapan kasus DBD hingga bulan Juni ini sudah cukup tinggi. Jumlnya mencapai 745 kasus dengan lima kematian. Terbanyak di Kecamatan Balikpapan Utara.

 

“Saya memahami, pemerintah saat ini memang dihadapkan pada persoalan kesehatan yang rumit dan berat terkait dengan wabah covid-19, namun masih tingginya jumlah kasus DBD harus tetap diantisipasi,” ujar Sandi Ardian kepada Balikpapan Pos, Rabu (24/6).

Menurut Sandi, kewaspadaan itu penting dan meminta pemerintah dalam hal ini DKK Balikpapan agar tidak hanya fokus ke pandemi Covid-19. Namun juga, diharapkan intensif untuk mengingatkan masyarakat dan aparat kesehatan di bawah dalam  mencegah, mewaspadai dan menanggulangi DBD ini.

“Peran Jumantik atau Juru Pemantau Jentik di setiap kelurahan kami harap lebih diaktifkan selain fokus ke Covid-19,” pintanya.

Selain itu, legislator PKS itu juga meminta pemerintah tidak mengendorkan sosialisasi dalam upaya mengatasi DBD seperti menjaga kebersihan dan pemberantasan sarang nyamuk.

“Saya melihat sosialisasi yang dilakukan pemerintah untuk masalah DBD relatif menurun, karena semua perhatian sedang tertuju ke Covid-19,” jelasnya.

Ia juga meminta pemkot segera menanggulangi DBD yang semakin meningkat serta memastikan obat hingga stok darah tercukupi. Menurut Sandi, pemerintah kota perlu melakukan pencegahan preventif melalui membaca kasus DBD dalam hubungan dengan siklus iklim (kenaikan kasus DBD pada bulan-bulan tertentu di daerah tertentu) dan ini sama pentingnya untuk diketahui publik.

“Harus diantisipasi terutama dalam musim pancaroba, yang mana kasus DBD akan semakin meninggi,” tuturnya.

Untuk diketahui hingga Juni 2020, kasus DBD di Balikpapan berjumlah 745 kasus dengan lima kematian. Terbanyak di Kecamatan Balikpapan Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, jumlah kasus DBD belum melampaui jika dibanding dengan kasus tahun kemarin pada periode yang sama, penderita DBD saat ini justru jauh di bawah jumlah kasusnya hingga dua kali lipat lebih.

“Hingga minggu ke-27 tahun kemarin jumlah penderita DBD mencapai 1.575 kasus dan meninggal sembilan orang rata-rata masih usia anak-anak. Sementara pada tahun 2018 pada periode yang sama jumlahnya mencapai 1.424 kasus,” pungkas Andi Sri Juliarty. (dan/rus)




Moderated by Admin1


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Kurs Valuta

UPAH MINIMUM TAHUN 2020
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
KALTIM UMUM 2.981.378,72
BALIKPAPAN UMUM 3.069.315,66
BERAU UMUM 3.386.593,23
BONTANG UMUM 3.182.706,00
KUBAR UMUM 3.309.555,00
KUKAR UMUM 3.179.673,00
KUTIM UMUM 3.140.098,00
PASER UMUM 3.025.172,00
PPU UMUM 3.363.809,79
SAMARINDA UMUM 3.112.156,40