Olahan Kangkung Hasilkan Omzet Jutaan

Belajar Autodidak, Hasilkan Beraneka Jenis Makanan


23 Sep 2019, 16:25:41 WIB

Olahan Kangkung Hasilkan Omzet Jutaan

BEDA DARI LAINNYA: Dewi memamerkan produk dari kangkung yang dibuatnya saat ada kunjungan dari PKK Kutai Kartanegara beberapa waktu lalu.


BALIKPAPAN-Kangkung merupakan jenis sayuran yang populer di masyarakat. Selain enak rasanya, kangkung bermanfaat bagi kesehatan. Ini lantaran kangkung banyak mengandung vitamin A, B, dan C serta zat besi.

Kangkung juga bisa didapat dengan mudah. Salah satunya di Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah. Di sana ada lahan produktif yang ditanami kangkung. Kampung ini dibuka sebagai tempat wisata. Selain dapat membeli kangkung, pengunjung juga mendapat edukasi tentang cara bercocok tanam.

Selain dijual kepada pengunjung, kangkung juga dijual ke pasar-pasar. Kangkung tidak memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Hal ini lantas menggugah hati salah seorang warga Sumber Rejo, Dewi Susanti.

“Saya merasa sayang saat melihat kangkung sebanyak itu hanya dijual di pasar. Bagaimana kalau diolah menjadi sesuatu yang lebih memiliki nilai ekonomis,” kata warga RT 17 ini.

Awal 2019, Dewi lantas belajar secara autodidak. Dia mencoba mencari-cari di Google, kemudian mulai membuatnya. “Saya pas lihat di Google, ada makanan yang terbuat dari bahan sayuran. Kemudian saya tercetus ide, kangkung pastinya juga bisa,” jelasnya.

Ternyata, uji coba itu berhasil. Dewi dapat membuat beraneka jenis makanan dari kangkung. Tidak hanya keripik kangkung, namun juga dodol, nugget, dan dodol. Dia juga membuat tape. “Tapi bukan tapenya dari kangkung. Tapenya dari ketan, warnanya yang dari kangkung. Bukan dari daun katuk,” ungkapnya. Lama-kelamaan, dia pun mencoba untuk menjualnya. Harga yang dipatok pun sangat terjangkau, rata-rata Rp 15 ribu.

“Modal awal saya Rp 1 juta. Saya pinjam ke salah seorang saudara. Pemasaran sih terbatas. Paling pas ada acara tertentu saja, seperti PKK, kelurahan, dan puskesmas. Kalau untuk tape sudah sampai Manggar,” ujar wanita berhijab ini.

Belum satu tahun berdiri, omzet yang didapat pun lumayan. Sehari dia bisa mendapatkan Rp 400 ribu hingga 500 ribu. Penghasilannya pun telah mencukupi kebutuhan hidup dan mengembalikan modal.

“Sebenarnya pesanan itu banyak. Tapi saya batasi, karena untuk keripik itu pembuatannya sangat lama. Saya harus mengeringkan kangkung secara manual selama semalaman. Itu pun hanya untuk 20 bungkus saja. Saya tidak punya alat pengeringnya. Lumayan harganya. Mau pinjam dana buat usaha, saya juga takut,” terang wanita 44 tahun ini.

Kangkung, lanjutnya, memberikan banyak manfaat. Dia pun telah membuktikannya. Kini badannya menjadi lebih sehat dan bugar. “Kangkung itu menyehatkan. Dulu pas saya cek ke dokter, asam urat dan kolesterol saya cukup tinggi. Setelah makan olahan kangkung, kini semuanya jadi normal,” ungkapnya.

Ke depan, dia pun berharap lebih banyak inovasi dari kangkung yang bisa dia buat. “Saya ingin membuat kangkung menjadi sesuatu yang banyak disukai oleh masyarakat,” pungkas Dewi. (dia/ono)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di