Okupansi Hotel Platinum Alami Kenaikan




09 Sep 2019, 12:36:44 WIB

Okupansi Hotel Platinum Alami Kenaikan

BALIKPAPAN-Presiden Jokowi pada 26 Agustus lalu mengumumkan secara resmi pemindahan ibu kota negara (IKN), tepatnya di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Hal ini rupanya berdampak pada okupansi hotel, salah satunya Hotel Platinum Balikpapan.

“Pasca pengumuman pemindahan ibu kota, okupansi mengalami kenaikan, tapi tidak cukup banyak. Ya, antara 5 persen hingga 10 persen,” kata General Manager Hotel Platinum Balikpapan, Yanuar Kurniawan saat ditemui kemarin (8/9).

Apalagi, Balikpapan kini sebagai kota meeting, incentives, conferencing, dan exhibitions (MICE). Hal ini tentunya akan berkontribusi besar terhadap permintaan di sektor hotel. Pertumbuhan permintaan di sektor ini akan mengalami perkembangan positif.

“Kenaikan itu juga dipicu karena berbarengan dengan masanya orang-orang menggelar meeting. Dari September hingga Desember itu, baik pemerintah maupun perusahaan banyak yang menggelar meeting,” ungkapnya.

Hotel yang terletak di pinggiran kota ini pun terus melakukan berbagai persiapan untuk menyongsong pemindahan IKN. Salah satunya, pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

 “Kami setiap saat siap (pemindahan ibu kota, Red). Kami terus berupaya untuk berbenah. Mulai perbaikan fasilitas hingga pelatihan-pelatihan SDM kami, guna meningkatkan kualitas service semakin baik. Pelatihan ini tidak hanya di sini, kami juga kirim ke luar (daerah),” jelasnya.

Pemindahan IKN tentunya akan diikuti migrasi para pelaku bisnis. Hal ini dilakukan karena dunia usaha butuh kedekatan dengan pemerintah pusat selaku pembuat kebijakan. “Kalau untuk penambahan kamar, kami belum ada rencana. Mungkin kami lebih kepada pendekatan dengan perusahaan-perusahaan yang akan pindah ke Kaltim,” ujar pria yang telah lalu-lalang dalam dunia perhotelan ini.

Hotel Platinum siap untuk menyambut migrasi pelaku bisnis ke Kaltim. Saat ini, hotel bintang empat ini memiliki 200 kamar, 8 meeting room, dan 1 ballroom berkapasitas 2.500 orang.

“Kami targetnya naik menjadi 90 persen saat pemindahan IKN pada 2024 mendatang. Saat ini (tingkat okupansi, Red) masih berada di level 60 persen,” pungkasnya. (dia/cal)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di