Nelayan Baru Tengah Tunda Berlayar

Akibat Cuaca Buruk dan Gelombang Besar


13 Des 2020, 15:57:25 WIB

Nelayan Baru Tengah Tunda Berlayar

DI RUMAH : Kondisi cuaca buruk mengakibatkan sebagian nelayan mengurungkan niatnya untuk berlayar dan tinggal di rumah.


Balpos.com, BALIKPAPAN - Akibat cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini,  banyak nelayan Baru Tengah Kecamatan Balikpapan Barat yang menunda pelayaran, dan gagal melaut. Apalagi beberapa hari belakangan curah hujan yang tinggi,  menyebabkan gelombang besar.

Asriansyah salah seorang nelayan di daerah Kampung atas air, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat mengatakan bahwa dalam dua Minggu terakhir beberapa nelayan memilih untuk tidak berlayar. "Akhir - Akhir ini curah hujan lagi tinggi. Jadi beberapa nelayan memilih untuk tidak berlayar. Kalau cuaca buruk seperti sekarang. Risikonya besar untuk para nelayan. Selain kabut di tengah laut, gelombang juga tinggi. Jadi rentan kapal nelayan diamuk gelombang," paparnya kepada Balikpapan pos, Jumat (11/12).

Pria paruh baya ini juga menambahkan bahwa terdapat beberapa nelayan yang memancing ikan di pinggiran jembatan. "Sebagian nelayan masih takut untuk berlayar ketengah lautan. Karena gelombang masih tinggi. Jadi mereka yang masih takut berlayar, berinisiatif untuk mancing dan ngejala di pinggiran kampung atas air saja. Sembari menunggu hasil tangkapan ikan nelayan yang pergi berlayar," ujarnya.

Pria berkulit hitam ini menjelaskan bahwa cuaca buruk akhir - akhir ini tangkapan ikan nelayan menurun,  yang awalnya bisa mencapai 8 sampai 15 peti ikan, sekarang hanya sekitar 3 sampai 5 peti  saja.

 "Menurut saya masih batas wajar tangkapan ikan nelayan menurun. Melihat cuaca yang tidak memungkinkan untuk berlayar. Segitu sudah termasuk lumayan dalam keadaan seperti sekarang. Saya rasa nelayan juga tidak sampai ke tengah laut menangkap ikannya. Karena besar sekali resikonya. Mulai dari resiko kapal terbalik akibat terjangan ombak maupun kerugian bahan bakar solar jika nelayan pergi berlayar tapi hasil tangkapan ikannya sedikit," jelasnya.

Asriansyah dan semua nelayan berharap agar kondisi di tengah laut kembali normal seperti sebelumnya. Karena bagi mereka menangkap ikan adalah perkerjaan utama mereka dan menjadi sumber nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. (bp-2/han)




Moderated by BalPos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di