Kusyani, Sehari Rata-Rata Terima Order 200 Kue




12 Sep 2019, 10:17:54 WIB

Kusyani, Sehari Rata-Rata Terima Order 200 Kue

LARIS: Kusyani memamerkan kue buatannya usai pertama kali mengikuti pelatihan di SalaKilo, beberapa waktu lalu.


BALIKPAPAN-Kusyani tak menyangka hobi yang ditekuninya akan mendatangkan rezeki. Perempuan yang memiliki keahlian menjahit ini mengatakan, usaha kue rumahannya dibangun sejak tahun 2008.

“Usaha ini saya bangun secara pelan-pelan. Awalnya saya nitip kue di kantin Chevron. Yang sering saya jual itu ada tiga macam. Ada tahu isi basah, arem-arem, sama risoles,” kenangnya saat ditemui di rumahnya RT 17, Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah, kemarin (10/9).

Dari situlah, kemudian banyak yang memesan kue kepadanya. Tidak hanya dari mulut ke mulut, tapi juga melalui media sosial, seperti Facebook dan Instagram. “Banyak yang bilang enak. Jadi dari awalnya 30 bikinnya, bertambah banyak dan banyak. Alhamdulillah,” ujarnya.

Aneka kue yang dibuatnya itu dijual dengan harga yang terjangkau, yakni Rp 2 ribu per buahnya. “Tidak hanya aneka kue sih, Mbak. Saya juga menerima pesanan nasi kotakan. Saat ini, rata-rata dalam sehari saya membuat pesanan kue 200 buah,” lanjutnya.

Sebenarnya, lanjut perempuan 43 tahun ini, jumlah pesanan melebihi dari yang dibuatnya, Namun terpaksa dia tolak, karena tenaga yang ada tidak sebanding dengan jumlah pesanan. “Saya tolak kalau kebanyakan. Enggak ada tenaganya. Saya paling dibantu anak sama saudara yang kebetulan main ke sini,” terangnya.

Saat ini, pelanggannya tidak hanya masyarakat umum. Instansi pemerintah maupun swasta pun sering memesan kepadanya. “Banyak, Mbak. Ada kantor pajak, polda, TK-TK. Kodim dan kodam juga sering, Mbak. Saya layani pokoknya selagi saya mampu,” katanya.

Tidak hanya mampu secara tenaga, namun juga secara modal. Banyaknya pesanan, ada kalanya tidak diimbangi dengan modal yang dimiliki. “Saya sering pinjam dulu ke warung depan itu. ‘Kan sudah kenal baik, jadi dipinjami,” ujarnya. 

Ibu dua anak tersebut setiap hari menerima pesanan, tanpa libur. Namun, ketika ditanya berapa omzet dan modalnya, dia mengaku kesulitan untuk menghitungnya. “Kalau soal itu (pendapatan dan pengeluaran, Red), saya enggak pernah hitung. Pokoknya dapat uang, saya putar lagi jadi modal. Juga buat memenuhi kebetuhan sehari-hari dan anak sekolah. ‘Kan suami tukang ojek, jadi kadang dapat dan tidak,” urainya.

Sementara ketika ditanya dukanya selama menjalani usahanya, dia mengungkapkan, jam tidurnya tidak menentu. Ini lantaran kebanyakan yang memesan kuenya untuk acara pada pagi hari.

“Kalau sukanya, pasti semua pedagang sama. Apalagi kalau bukan dapat uang,” katanya sembari tertawa.

Dia pun berharap ada bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan usahanya. Ke depannya, dia ingin memiliki toko kue dan karyawan. “Saya jarang dapat info soal pelatihan-pelatihan begitu. Baru sekali saja saya ikut pelatihan. Ya, moga juga ada pinjaman lunak untuk mengembangkan usaha saya,” pungkasnya. (dia/vie)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di