Koperasi Masih Jadi Andalan

Untuk Mengembangkan UMKM


12 Okt 2019, 11:13:55 WIB

Koperasi Masih Jadi Andalan

Doortje Marpaung


balikpapanPos-online.co.idDinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian terus mengembangkan kinerja koperasi di Kota Minyak. Utamanya edukasi mengenai pentingnya rapat anggota tahunan (RAT). RAT ini penting untuk menjaga sirkulasi koperasi dan menentukan nasib ke depannya.

Data hinggga April 2019, sebanyak 110 koperasi telah melaksanakan ART. Namun, jumlah koperasi yang telah melaksanakan ART itu telah melebihi target yang ditetapkan Provinsi Kalimantan Timur sebesar 70 persen.

 “Koperasi yang telah melaksanakan rapat anggota tahunan telah melebihi target provinsi. Kalau dipersentasekan, saat ini sebesar 73,33 persen,” kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Balikpapan Doortje Marpaung.

Dijelaskannya, berdasarkan online data sistem (ODS)  hingga Mei 2019, di Kota Balikpapan ada sebanyak 436 koperasi. Jumlah ini terdiri dari 150 koperasi aktif, sedangkan sisanya sebanyak 286 koperasi tidak aktif.

“Koperasi tidak aktif itu karena beberapa hal. Di antaranya, karena badan usahanya sudah mati. Ada pula karena masuk daftar pembubaran dan bubar sendiri,” terangnya.

Meski banyak koperasi yang tidak aktif, lanjutnya, koperasi masih menjadi andalan masyarakat dalam mengembangkan usahanya. “Ini bukan soal jumlah, tapi bagaimana koperasi ini bisa dimanfaatkan masyarakat. Memberdayakan, terutama anggota koperasi yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha dan meneruskan kehidupan,” ujar perempuan berkacamata ini.

Saat ini koperasi memang bukan satu-satunya penopang ekonomi, akan tetapi masih jadi andalan atau masih dibutuhkan masyarakat. Dia pun mencontohkan koperasi aparatur sipil negara (ASN), Koperasi Beriman.

“Pembenahan yang dilakukan dapat dirasakan. Anggota bertambah terus, kini hampir mencapai 2.700. Suntikan dana dari bank sudah mencapai Rp 3 miliar. Orang silih berganti meminjam. Misalnya, ada istri ASN yang membutuhkan tambahan modal untuk usahanya,” ungkap Doortje.

Selain itu, rasa kekeluargaan di koperasi masih erat dibandingkan lembaga keuangan mikro maupun lembaga keuangan resmi lainnya.

Oleh karenanya, pihaknya telah mengambil sejumlah upaya. Baik untuk menumbuhkembangkan koperasi yang aktif maupun mengatasi koperasi yang tidak aktif. “Dengan segala keterbatasan yang ada, kami selalu berupaya semaksimal mungkin,” tegasnya.     

Salah satu upaya yang telah dilakukan pihaknya untuk koperasi yang aktif adalah melakukan pengecekan setiap minggunya terhadap UMKM maupun koperasi. Selain itu, juga menggelar sosialisasi dan pelatihan-pelatihan. Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian juga mengusulkan koperasi terbaik untuk mendapat penghargaan saat Hari Koperasi.

“Upaya yang dilakukan banyak sekali. Setiap minggu kami secara bergilir selalu melakukan pengecekan terhadap UMKM dan koperasi. Kami juga melakukan pelatihan-pelatihan bersama kementerian, provinsi, maupun stakeholder terkait,” ujarnya.

Sementara untuk koperasi yang tidak aktif, pihaknya telah melakukan sosialisasi agar koperasi tersebut mengirimkan surat kepada pemerintah pusat untuk dibubarkan.  “Kami sarankan untuk koperasi yang tidak aktif mengajukan surat ke kementerian untuk dibubarkan. Karena pembubaran itu adalah kewenangan pemerintah pusat,” pungkasnya. (dia/ono)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di