- Analis Proyeksikan Pencapaian BRI Group Semakin Mengkilap di Akhir Tahun 2022
- Telemedicine Berlanjut, Permudah Lansia Berobat Tanpa Menunggu Lama
- SARS-CoV-2 Virus Bandel Harus Ada Vaksin Durasi Kekebalan 5 Tahun ===(SUB)
- Lebih Sehat Mana, Mandi dengan Air Dingin atau Hangat?
- Apakah Covid-19 jadi Penyakit Biasa di Masyarakat? Ini Kata Ahli
- Wabup Paser Bagikan Bendera Pada Masyarakat
- Edarkan Sabu, Pasutri di Desa Laburan Baru Diringkus Polisi
- SDN 011 Balkot Dikunjungi Duta LH Balikpapan
- 10 Bangunan Ditempati Warga Disegel Bea Cukai
- Meriakan HUT RI Ke-77, Pemkot Izinkan Jalan Santai Digelar


Ketua DPRD Dukung Penerapan PSBB

DUKUNG PSSB: DPRD PPU mendukung upaya Pemkab PPU menerapkan PSBB, seiring dengan meningkatnya kasus covid-19.
Balpos.com, PENAJAM - Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Jhon Kenedi mendukung rencana Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud untuk mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke pusat. Mengingat, penyebaran virus corona atau covid-19 di Benuo Taka mengalami peningkatan menjadi 14 pasien terkonfirmasi positif corona.
“DPRD mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Sepanjang PSBB itu telah memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” kata Jhon Kenedi, Rabu kemarin (22/4).
Pencegahan penyebaran virus corona di PPU memang perlu ditingkatkan. Karena, penyebaran virus yang bersumber dari Wuhan, China ini telah menyebar melalui transmisi lokal. Jadi, seluruh komponan masyarakat harus waspada dengan menjalankan protokol kesehatan.
“Pembatasan Sosial Berskala Besar salah satu upaya mencegah penyebaran virus tersebet agar tidak meluas,” ujar Jhon Kenedi.
Politikus Demokrat ini menekankan, pembatasan dan pengetatan pengawasan keluar masuk orang dan barang di PPU telah berjalan maksimal. Pintu masuk PPU seperti pelabuhan klotok, pelabuhan speedboat dan batas wilayah PPU-Paser dan PPU-Kukar telah terpantau.
“Pandemi corona ini, masyarakat juga harus berperan aktif melakukan pencegahan dengan cara rajin cuci tangan, menghindari keramaian, pakai masker jika keluar rumah dan sebagainya,” imbuhnya.
Sarana dan prasarana kesehatan harus menjadi perhatian penuh pemerintah. Karena, tenaga medis sebagai garda terdepan dalam memerangi virus corona harus dilengkapi dengan persenjataan lengkap. Kebutuhan alat pelindung diri (APD) harus dipenuhi. Baik itu baju hazmat, masker N95 dan kelengkapan APD lainnya. “APD rumah saki dan puskesmas jangan sampai kekurangan,” ujarnya.
RSUD Ratu Aji Putri Botung sebagai rumah sakit rujukan penanganan covid-19, saat ini lebih kosentrasi dalam menangani pasien covid-19. Jhon Kenedi mengingatkan, agar pasien umum tidak terabaikan. Tetapi, seluruh tenaga medis yang menangani pasien umum harus menggunakan standar penanganan corona. Karena, banyak kasus tenaga medis yang telah terinfeksi virus corona. Pasalnya, saat menangani pasien umum tidak menggunakan standar penanganan corona. Apalagi, pasien yang diperiksa juga tidak jujur.
“Mengenai sarana dan prasarana gedung memang harus ditingkatkan. Tapi, saat ini masih sibuk menangani corona. Mungkin 2021 kita akan mendorong untuk menambah gedung,” tandasnya. (adv/kad/ono)
