Kepolisian Tetap Siaga Karhutla Meski Pancaroba




04 Okt 2019, 13:44:56 WIB

Kepolisian Tetap Siaga Karhutla Meski Pancaroba

PEMADAMAN API: Kapolres Balikpapan Wiwin Firta ikut memadamkan api yang membakar lahan. Aparat kepolisian juga menurunkan Water Cannon seperti saat membantu pemadaman kebakaran lahan di Jalan Syarifuddin Yoes, beberapa pekan lalu.


balikpapanPos-online.co.idKebakaran hutan dan lahan mulai berkurang seiring peralihan musim atau pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan. Namun, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum bisa dianggap telah usai. Sebab sewaktu-waktu karhutla masih bisa saja terjadi lantaran intensitas hujan masih sedikit.

Untuk itu para petugas tetap diminta siap siaga termasuk jajaran kepolisian dalam mem-back up pasukan pemadam kebakaran selama ini. Ya, sejauh ini memang aparat kepolisian membantu melakukan penanganan pemadaman api. Bahkan Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta terjun langsung berjibaku dengan api beberapa waktu lalu.

Wiwin mengatakan, pihaknya masih tetap siaga meskipun saat ini memang sedang pancaroba. Dia tak ingin pasukannya lengah, sehingga diminta untuk terus memantau situasi di beberapa wilayah yang berpotensi terjadinya kebakaran.

"Iya tetap kita tingkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan patroli tim terpadu. Saya minta jajaran untuk memantau daerah mana yang rawan terjadinya kebakaran. Meskipun sekarang sudah turun hujan, tapi tidak boleh lengah, tetap waspada akan peristiwa karhutla," kata Wiwin, kemarin (3/10).

Wiwin juga telah menginstruksikan jajarannya untuk terus berpatroli di beberapa kawasan yang terdapat hutan, lahan, semak belukar, hingga tumpukan sampah di lahan kosong, guna mengantisipasi adanya kebakaran. Pasalnya, beberapa kejadian kebakaran disebabkan oleh beberapa factor, salah satunya yakni pembakaran dengan sengaja oleh masyarakat guna kepentingan pembukaan lahan.

"Di Balikpapan tidak ada hotspot, tapi daerah-daerah rawan karhutla seperti kawasan hutan, rumput ilalang, semak belukar, kebun kosong, kantong sampah, dan lainnya juga rawan. Saya sudah minta anggota untuk terus patroli," jelasnya.

Adanya aktivitas pembakaran lahan tersebut tentu dikatakan Wiwin tidak dibenarkan. Sebab pembakaran lahan tanpa izin dapat mengakibatkan kerugian bagi mereka yang terdampak. Dimana pembakaran lahan secara sembarangan bisa meluas dan mengenai permukiman warga. Beberapa kejadian memang telah dilaporkan, disebabkan oleh pembakaran lahan. Pihaknya pun berhasil menindaklanjutinya. Salah seorang pelaku diduga melakukan pembakaran liar. Hanya saja Wiwin belum mau menjelaskan lebih detail mengenai identitas korban.

"Yang kami proses ada satu orang dan ada LP (laporan polisi,Red.)-nya sudah," ujarnya.

Tak lupa Wiwin mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas bakar lahan atau sampah secara sembarangan, lantaran berpotensi membesar dan merembet ke permukiman warga. Wiwin juga meminta agar masyarakat tidak membuang puntung rokok ke semak belukar ataupun ke tumpukan sampah.

"Masyarakat jangan bakar lahan atau sampah dan jangan buang puntung rokok sembarangan," pungkasnya. (yad/cal)




Moderated by Redaksi


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di