Hidup Sebatang Kara, Sumini Bertahan Hidup dengan Berjualan Opak dan Minuman Dingin




28 Okt 2020, 10:45:33 WIB

Hidup Sebatang Kara, Sumini Bertahan Hidup dengan Berjualan Opak dan Minuman Dingin

HIDUP SENDIRI: Di tengah ke kehidupanya yang sederhana, Sumini tetap semangat dan pantang menyerah selama berjualan.


Balpos.com, BALIKPAPAN - Hidup seorang diri di perantauan memanglah bukan suatu hal yang mudah. Banyak orang memilih untuk kembali ke kampung halamannya karena mengalami kegagalan di perantauan. Tidak sedikit pula orang yang terus bertahan menjalani hidup di perantauan meskipun sendirian.

Sumini adalah salah satu dari sekian banyak orang yang memilih bertahan untuk menjalani. "Saya asalnya dari Kediri, Jawa Timur. Saya ke sini (Balikpapan) awalnya ikut suami merantau. Saya di Balikpapan tidak memiliki sanak saudara mas. Semua keluarga saya berada di Kediri. Pada tahun 2000 adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di tanah Borneo," ujarnya ketika dihampiri Balikpapan Pos di tempat jualannya, Selasa (27/10).

Semenjak ditinggal sang suami pada tahun 2001. Sumini memutuskan untuk menjalani hidup sendirian. Meskipun banyak tetangga Sumini yang menyarankan agar dirinya kembali ke kampung halamannya di Kediri. Sumini tetap teguh dengan pendiriannya yang ingin melanjutkan hidup di Balikpapan, meskipun dia tahu bahwa sekarang Sumini hidup sebatang kara.

Karena kebutuhan hidup Sumini yang semakin hari, semakin banyak. Akhirnya dia memutuskan untuk berjualan opak gula merah dan minuman dingin. Dengan modal yang didapat dari hasilnya menjadi buruh cuci gosok selama 5 bulan.

"Upah saya nyuci dan gosok saya tabung sedikit-sedikit. Karena yang ada dipikiran saya saat itu adalah jika saya bertahan menjadi buruh cuci dan gosok. Kebutuhan hidup saya tidak akan terpenuhi. Upah saya dalam sebulan bekerja sekitar Rp 500 ribu. Sedangkan saya harus bayar kontrakan Rp 350 ribu per bulan. Belum lagi bayar listriknya," curhatannya.

Ibu dari empat orang anak laki laki ini mengaku bahwa semenjak dirinya berjualan opak dan minuman dingin pendapatannya sudah sedikit meningkat dari hasil pekerjaan sebelumnya. "Saya jualan opak sama minuman dingin sehari bisa mencapai hasil kurang lebih Rp 100 ribu. Kalau disuruh pilih sama yang pekerjaan yang kemarin. Saya pilih berjualan. Meskipun cape tenaga tidak apa-apa yang terpenting saya bisa makan," singkatnya.

Perempuan yang tinggal di RT 9, Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah ini menjelaskan bahwa terkadang dia merasa sedih karena hidup sendirian. "Ya terkadang saya nangis memikirkan gimana kabar anak-anak saya di Kediri. Karena sudah Hampir tujuh tahun saya tidak mudik ke Kediri. Bukannya saya tidak mau pulang kampung mas. Tapi karena kondisi saya tidak punya uang untuk pulang. Ya mau gimana mas. Saya orang susah. Bisa makan aja sudah bersyukur sekali. Tapi saya yakin Allah tidak tidur mas," ulas Sumini.

Perempuan yang berjualan di sekitaran Lapangan Merdeka ini berharap agar semua anaknya di Kediri dalam kondisi baik baik saja. "Saya tidak minta yang berlebihan sama Allah. Saya cuman minta agar dihindarkan dari segala macam bahaya. Dan saya cuman minta agar anak-anaknya di Jawa dalam kondisi yang sehat. Dan penutup doa saya agar Allah mengampuni dosa dosa suami saya,” tutupnya. (bp-2/rus)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Berita Sehat Bugar

Read More


UPAH MINIMUM TAHUN 2020
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
KALTIM UMUM 2.981.378,72
BALIKPAPAN UMUM 3.069.315,66
BERAU UMUM 3.386.593,23
BONTANG UMUM 3.182.706,00
KUBAR UMUM 3.309.555,00
KUKAR UMUM 3.179.673,00
KUTIM UMUM 3.140.098,00
PASER UMUM 3.025.172,00
PPU UMUM 3.363.809,79
SAMARINDA UMUM 3.112.156,40

Temukan juga kami di