FKIP Uniba Edukasi Guru dan Mahasiswa

Ketahui Industri Perdagangan Berjangka Komoditi


06 Feb 2020, 14:38:10 WIB

FKIP Uniba Edukasi Guru dan Mahasiswa

UPAYA: FKIP Universitas Balikpapan melakukan edukasi kepada guru dan mahasiswa tentang industri perdagangan berjangka komoditi, baru-baru ini.


Balpos.com,  BALIKPAPAN - Menyadari kemungkinan munculnya kerugian pada masyarakat akibat ketidaktahuan mereka mengenai perdagangan berjangka, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Balikpapan (Uniba) melakukan kerja sama dengan industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) melalui program edukasi. Hal ini mengemuka dalam kuliah umum bertajuk “ How to Make Money in the Future Market, Risks, and Opportunities”  atau bagaimana menghasilkan uang dalam pasar berjangka, risiko dan peluangnya.

Kegiatan yang  terselenggara atas kerja sama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Bursa Berjangka Indonesia dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Balikpapan ini digelar Senin (3/2) di Conference Room Uniba.

Kota Balikpapan yang merupakan kota industri memberikan peluang yang sangat besar bagi masyarakat untuk melakukan investasi. Adapun investasi perdagangan berjangka komoditi menjadi salah satu solusi pasar lainnya yang cukup menjanjikan. Perdagangan komoditi menjadi salah satu sarana perdagangan yang dapat dimanfaatkan dunia usaha untuk meraih keuntungan melalui transaksi yang dilakukan di dalam pasar yang teroganisir.

Melalui industri ini juga dapat menciptakan lapangan usaha bagi masyarakat, sejalan dengan visi  FKIP yang ingin mengaplikasikan ilmu kewirausahaan bagi mahasiswanya.

Selain mahasiswa, edukasi ini dihadiri oleh sejumlah praktisi pendidikan yakni guru IPS pada jenjang (SMP), guru ekonomi (SMA/SMK), kepala SMP dan SMA dan SMK  Balikpapan dan PPU.

"Kegiatan ini bertujuan membuka cakrawala masyarakat pendidikan untuk lebih memahami secara mendalam tentang seluk beluk investasi, mendorong perdagangan berjangka komoditi semakin berkembang dengan ikut terlibat langsung dan mampu memilih dan memilah investasi pada industri ini," harap Dekap FKIP Uniba, Dr H Sugianto MM.

Selain itu, Sugianto mengharapkan sebagai calon praktisi dunia pendidikan, mahasiswa di kampus perlu tahu informasi seperti ini untuk bekal pengetahuan tentang investasi yang legal dan illegal.

Pembukaan dengan sambutan oleh Rektor Uniba Dr Piatur Pangaribuan AMd SH MH CLA menyampaikan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kegiatan dan menjelaskan kehadiran audience dalam kuliah umum akan dapat menambah wawasan guru dan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut Fajar Wibhiyadi SH MH MHum sebagai pakar Bursa Berjangka sekaligus narasumber menyampaikan bahwa perdagangan bursa berjangka di Indonesia memiliki prospek yang baik, oleh karena itu  masyarakat selayaknya teredukasi untuk berinvestasi. Senada juga disampaikan oleh  Stephanus Paulus Lumintang Dirut Bursa Berjangka Jakarta  bahwa untuk investasi ini pun pastinya memiliki yang namanya high risk dan high return oleh karenanya mahasiswa dan pelaku usaha ini harus memahami alur yang jelas. Mahasiswa yang teredukasi diharapkan ikut terlibat langsung dalam industri ini.

Ikut menyoroti perdagangan bursa berjangka dilihat dari kajian undang-undang disampaikan oleh dosen pasca sarjana sekaligus narasumber  Dr Nadzir SH MHum.  “Pemerintah memberikan legalitas atas perizinan usaha pada industri ini, hal ini termuat dalam undang-undang yang diatur pada  UU Nomor 23 Tahun 1977 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, jadi bagi para mahasiswa ini diharapkan menelusuri dulu, tempat investasinya, sehingga tidak menjadi korban dari pialang ilegal atau abal-abal yang mencoba menarik keuntungan,” pungkas Dr Nadzir. (***/han/rus)




Moderated by Redaksi


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di