Desa Tani Bhakti Diguncang Penggelapan Bansos Covid-19

Kades Membantah, Kaur Keuangan Akui Gelapkan Rp 187.700.000,-


27 Feb 2021, 10:29:29 WIB

Desa Tani Bhakti Diguncang Penggelapan Bansos Covid-19

MELAPORKAN: Basman Rasid saat melaporkan dugaan penggelapan dana Bansos Covid-19 di Desa Tani Bhakti ke Inspektorat Kabupaten Kutai Kartanegara.


SAMBOJA- Kepala Desa (Kades) Tani Bhakti Masidi Abdul Rasyid SPdI saat ini menjadi perbincangan hangat warga. Desa yang berlokasi di  Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diguncang isu yang tak menyenangkan, yakni dugaan penggelapan dana bantuan sosial (bansos) penanggulangan corona (Covid-19).

Dugaan tersebut muncul karena adanya laporan ke Inspektorat Kabupaten Kukar. Yaitu dilaporkan oleh Basman Rasid SPd yang mengaku perwakilan warga.  Menurut dia, diduga ada penyelewengan penyerahan Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2020 sebanyak 9 bulan dalam 3 gelombang di Desa Tani Bhakti . Sehingga Kades Masidi Abdul Rasid dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Kukar.

Basman Rasid mengatakan, adanya fakta dan informasi yang berkembang di masyarakat terkait adanya indikasi penggelapan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 yang diduga dilakukan oleh Kades Tani Bhakti.

“Terkait Dana Bansos Covid-19 BLT Dana Desa Tahun Anggaran 2020 sesuai data induk berjumlah 133 penerima selama 9 bulan, terhitung dari April hingga Desember 2020. Namun fakta di lapangan yang terealisasi dengan jumlah bervariasi yakni ada yang menerima hanya 5 bulan, ada yang menerima 4 bulan ada yang menerima 3 bulan, ada yang menerima 1 bulan. Bahkan ada yang tidak menerima sama sama sekali. Anehnya nama-nama tersebut ada dalam daftar penerima BLT-DD sebanyak 133 orang. Aneh warga yang berhak mendapatkan BLT-DD bervariasi menerimanya. Padahal hak penerima sebanyak 9 kali memperoleh BLT-DD, " ujar Basman kepada awak media, kemarin.

Basman menambahkan, dugaan dana yang tidak terealisasi adalah gelombang ke-1 sebanyak 133 penerima x Rp 600.000,- x 3 bulan = Rp 239.400.000,- satu bulan fiktip. Gelombang ke-2 sebanyak 133 penerima x Rp 300.000,- x 3 bulan= Rp 119.700.000,- penyalurannya 2 bulan dan yang 1 bulan fiktip. Kemudian gelombang ke-3 sebanyak 133 penerima x Rp 300.000,- x 3 bulan= Rp 119.700.000,- yang disalurkannya hanya 1 bulan dan yang 2  bulan fiktip.

Sementara itu Kades Tani Bhakti Masidi Abdul Rasid saat dikonfirmasi membantah dugaan tersebut. Dia bahkan bersumpah tidak melakukan penyelewengan dana seperti yang dilaporkan oleh Basman Rasid ke Inspektorat Kabupaten Kukar.

“Semua yang dilaporkan itu tidak benar. Demi Allah saya sama sekali tidak menggelapkan dana BLT-DD karena saya fokus mengurusi anak panti asuhan, " ujar Masidi Abdul Rasid.

Sementara itu, bagian Auditor Inspektorat Kabupaten Kutai Kartanegara Siswanto kepada media ini mengatakan telah menerima laporan dari warga terkait dugaan penggelapan dana BLT-DD Desa Tani Bhakti Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. “Hingga saat ini sedang dalam pengumpulan bukti dan secepatnya akan ditindaklanjuti,” ujar Siswanto.

Namun, di belakang hari muncul pengakuan penggunaan uang dari Bansos Covid-19. Penggelapan dana diakui oleh M Misdarmawan selaku Kepala Urusan Keuangan (Kaur Keuangan) Desa Tani Bhakti. Dalam surat pernyataannya, M Misdarmawan mengakui menyelewengkan dana yang bersumber dari anggaran  desa tahun 2020 sebesar 187.700.000,-.

Dalam surat pernyataan tersebut, dia menyatakan akan mengembalikan dana yang digelapkan dalam jangka waktu satu bulan terhitung akhir jangka waktu bulan Februari 2021 ini. Apabila janji tersebut tidak terpenuhi, M Misdarmawan menyatakan siap diproses hukum.

“Saya benar-benar telah menyalahgunakan dana yang bersumber dari dana Desa Tani Bhakti.  Saya bertanggung jawab sepenuhnya atas dana yang telah saya gunakan. Apabila jangka waktu satu bulan saya tidak bisa mengembalikan dana tersebut, saya siap dituntut secara hukum. Surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun yang disaksikan oleh Kepala Desa,” ujar M Misdarmawan.

Selain membuat surat pernyataan, M Misdarmawan membuat rincian penggunaan uang Basos Covid-19 untuk kepentingan dirinya. Diantaranya untuk mentraktir makan kawan-kawan Rp 8 juta, untuk jalan-jalan ke Balikpapan Rp 30 juta, untuk jalan-jalan ke Samarinda Rp 30 juta, untuk belanja sehari-hari Rp 10 juta, membeli jam Rp 3.410.000,-, bikin kamar Rp 10 juta, perbaiki dapur Rp 10 juta dan lainnya yang totalnya Rp  187.700.000,-.

Surat pernyataan bermaterai Rp 10.000,- tersebut dilampiri tandatangan oleh Kepala Desa, Plt Sekretaris Desa, Plt Kasi Kesra, Kaur Umum, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Sekretaris BPD, Ketua LPM, Ketua RT, Ketua Linmas dan tokoh masyarakat. (ono)

 




Moderated by BalPos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di