Dari Pikul, Kini Raup Omzet Rp 1,7 Juta Per Hari

Kisah Pedagang Salome yang Berjualan selama 17 Tahun


10 Sep 2019, 13:22:26 WIB

Dari Pikul, Kini Raup Omzet Rp 1,7 Juta Per Hari

PEKERJA KERAS: Usai jam istirahat anak sekolah, Wardo membuat telur gulung dan salome goreng. Setiap harinya dia menjajakan dagangannya di depan SMP/SMA Muhammadiyah 1, Gunung Guntur, mulai pukul 09.00 Wita hingga 18.00 Wita.


Rezeki datang dengan cara yang tidak diduga-duga. Bisa datang dari manapun dan kapan saja. Seperti yang dialami Wardo, pria asal Pati, Jawa Tengah. Niat awal ingin jalan-jalan bersama keluarga, kini malah menjadi tempat mencari penghidupan.

DIAH ANGGRAENI/BALIKPAPAN POS

BALIKPAPAN sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur menjadi magnet bagi para pendatang. Salah satu di antaranya adalah Wardo. Pada tahun 2002, dirinya mengajak sang istri dan anaknya yang baru berusia dua bulan untuk jalan-jalan, sekaligus mengunjungi mertua.

“Istri saya itu besar di sini (Balikpapan, Red), tapi sekolahnya di Jawa. Nah, saya ketemunya pas itu,” kenangnya.

Saat berjalan-jalan, dia melihat banyaknya pedagang yang dikerumuni pembeli. Ide pun tercetus, Wardo ingin mencoba peruntungan di kota yang menjadi pusat bisnis dan industri ini.

“Saya lihat para pedagang ini kok enak betul cari uangnya. Nah, kebetulan mertua saya jualan salome, saya pun akhirnya ikutan,” kata ayah yang tengah menanti kelahiran anak keempat ini.

Awalnya, dia jualan keliling dengan rombong yang dipikul. Hal itu berlangsung selama kurang lebih empat tahun. Baru pada tahun 2006, dia bisa membeli motor Legenda yang digunakannya hingga sekarang.

“Motor ini sudah lama saya pakai berjualan, tiga belas tahunan. Modal awal saya pas pakai pikulan itu Rp 20 ribu. Harga minyak goreng, kalau nggak salah masih seribu perak,” katanya.

Ditanya omzet penjualannya kini, Wardo awalnya enggan menjawab. “Janganlah, Mbak. Nanti dikira bagaimana-bagaimana (sombong, Red),” tolaknya halus. Usai diberi penjelasan, Wardo dengan sedikit canggung pun mengatakan, “Kalau omzet dalam sehari, rata-rata sekira Rp 1,7 juta.”

Wardo merinci, omzet sebesar Rp 1,7 juta itu didapatnya selama seharian penuh. Yakni, mulai pukul 09.00 Wita hingga 18.00 Wita. “Saya bicara omzet saja, ya. Jangan laba bersih lah,” tuturnya.

Dalam sehari berjualan, modal yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 800 ribu. Modal ini untuk membeli tepung salome goreng sebanyak 8 kg, tepung rebus 6 kg, telur gulung 4 piring, dan bahan-bahan membuat es teh.

“Saya jualannya macam-macam. Kalau salome rebus itu ada tiga macam. Ada salome isi tahu, isi telur, dan salome biasa,” urainya.

Sementara itu, ketika ditanya suka dan dukanya menjadi pedagang salome, Wardo mengatakan bahwa dirinya dulu sering diusir. “Apalagi, kalau ada mobil yang parkir. ‘Tit...Tit...’ Saya disuruh pindah. Makanya sekarang saya sewa di sini, Rp 20 ribu per hari,” terangnya.

Untuk sukanya, lanjutnya, setiap hari dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kalau sukanya, pagi enggak ada uang, malamnya enggak kong lagi kantong,” katanya sembari tersenyum.

Selama 17 tahun berjualan, kini pelanggannya sudah tidak terhitung. “Dari anaknya masih ingusan sampai kini punya anak. Alhamdulillah, dari jualan ini, saya bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan nyekolahin anak. Kalau dapat apa saja, pokoknya alhamdulillah saja,” kata Wardo yang kesehariannya berjualan di depan SMP/SMA Muhammadiyah 1 Balikpapan ini. (dia/vie)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di