Akhir Tahun, Pemkab Gencarkan Pencegahan Inflasi

Tim Pengendali Daerah Rapat Vicon dengan Mendagri


07 Des 2022, 09:04:25 WIB

Akhir Tahun, Pemkab Gencarkan Pencegahan Inflasi

VICON: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Kabupaten Paser mengikuti agenda rapat video conference (vicon) bersama Menterian Dalam Negeri (Mendagri).


TANA PASER- Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf memimpin langsung agenda rapat lanjutan pencegahan Inflasi. Bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Kabupaten Paser mengikuti agenda video conference (vicon) bersama Menterian Dalam Negeri (Mendagri), Senin (5/12).

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf mendengarkan secara langsung pemaparan Mendagri Tito Karnavian. Disampaikan bahwa presentasi realisasi  pendapatan APBD se Indonesia. Kalimantan Timur berada diperingkat atas dengan peningkatan APBD sebesar 105,98 persen. Namun realisasi belanja Kalimantan Timur berada diposisi yang rendah yaitu 65,97 persen.

Berkaitan dengan hal tersebut, Hj Syarifah Masitah Assegaf menyampaikan. Persentase tersebut dikarenakan pencapaian realisasi dari setiap daerah belum bisa diketahui untuk saat ini. Seperti halnya Kabupaten Paser, yang baru akan diketahui pada 10 Desember 2022 mendatang.

“Rendahnya pelaporan inflasi dari daerah juga akan berpengaruh pada tingkat realisasi pencapaian Kalimantan Timur,” ucap  Syarifah Masitah Assegaf.

Disampaikan bahwa saat ini diketahui tingkat inflasi Kalimantan Timur mencapai 5,69 persen, dibawah nasional 5,71 persen. Untuk itu Tito Karnavian meminta kepada setiap kepala daerah yang masih rendah dalam pencapaian realisasi APBD, untuk segera melakukan upaya percepatan pencapaian realisasi belanja daerah.

“Kami diinstruksikan secara langsung oleh mendagri untuk segera melakukan uoaya percepatan pencapaian realisasi anggaran daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk Kabupaten Paser sendiri, Masitah tetap optimis bahwa pencapaian realisasi akan terus mengalami peningkatan. Hal tersebuut juga dikarenakan telah dilakukan pe,bayaran pada berbagai kegiatan pekerjaan fisik di Kabupaten Paser.

"Realisasiakan terus mengalami peningkatan dan akan terus bertambah seiring dengan dilakukannya ppembayaran pekerjaan proyek di Kabupaten Paser,” terangnya.

Selai itu, Syarifah Masitah Assegaf mengakui bahwa ancaman inflasi terjadi di Kabupaten Paser terjadi di sektor transfortasi darat. Dikarenakan pengaruh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bangunan dan Telur.

“Semula karena kenaikan harga BBM yang menyebabkan kenaikan juga dibeberapa sektor lainnya. Seperti, bahan bangunan, bahan makanan dan lainnya,” terangnya.

Selai itu, ia juga tidak melupakanberkaitan dengan inflasi dari sektor LPG 3 Kg Non Subsidi. Hal tersebutu dikarenakan, ia menduga terjadi permaslahan penyimpangan di level Pengecer. Namun demikian, ia mengaku bahwa Pemerintah Kabupaten Paser telah melakukan pemantauan kesetiap pangkalan.

“Jangan sampai terjadi penyimpangan di tingkat pengecer, makanya Pemkab Paser telah melakukan pemantauan disetiap pangkalan se Kabupaten Paser,” tegasnya.

Syarifah Masitah Assegaf jugamengatakan bahwa, Pemkab Paser melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM Bersama dengan instansi lainnya. Guna melakukan pemantauan terhadap kebutuhan barang pokok di lingkungan masyarakat.

“Antisipasi terjadinya inflasi, adalah dengan terus melakukan pemantauan terhadap kebutuhan barang pokok setiap harinya, dan melaporkan perkembangannya setiap hari pula ke provinsi melalui aplikasi yanng tersedia, lalu operasi pasar dan sidak pasar menjelang Nataru pada pertengahan des nanti,"imbuhnya.(tom/ono)




Moderated by Admin Sosmed BalPos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di