AGM Serahkan Bantuan untuk Nelayan




14 Des 2020, 15:27:24 WIB

AGM Serahkan Bantuan untuk Nelayan

BERI BANTUAN: Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud (dua kiri) ketika memberikan bantuan kepada nelayan pada Hari Nusantara, kemarin (13/12).


Balpos.com, PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud (AGM) menghadiri Peringatan Hari Nusantara Nasional, Minggu, (13/12) pagi. Agenda yang digelar di halaman belakang Kantor Bupati PPU tersebut dilakukan secara virtual. Turut hadir, Ketua DPRD PPU Jhon Kenedy, Dandim 0913 PPU Letkol Dharmawan, Kepala PN PPU Anteng Supriyo, serta sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemkab PPU.
Pada peringatan Hari Nusantara Tahun 2020 ini, Bupati AGM turut menyerahkan sejumlah bantuan alat tangkap bagi nelayan secara simbolis. Masing-masing bantuan tersebut berupa kapal nelayan, mesin kapal, alat tangkap bubu, jaring udang, jaring gae, dan paket sembako.

“Kami berharap bantuan yang diberikan kepada nelayan ini dapat bermanfaat, serra membantu dalam menjalankan gprofesinya sehari-hari sebagai nelayan,“ kata AGM.

Sementara itu, melalui tayangan langsung dalam sambutannya Presiden Joko Widodo yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD mengatakan, peringatan Hari Nusantara merupakan sejarah yang sangat penting. Berawal dari deklarasi Juanda Tahun 1957 oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja. Yang isinya menyatakan, bahwa laut indonesia di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.
“Hari Nusantara yang diperingati setiap 13 Desember ini merupakan penegasan dan peringatan, bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia," ungkap Mahfud MD dalam sambutannya secara virtual kemarin.
Senada, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta khususnya masyarakat milenial, untuk mengenang jasa Djuanda Kartawidjaja. Sebab dialah sang pencetus prinsip-prinsip negara kepulauan melalui Deklarasi Djuanda.

"Berkat deklarasi itu, konsep wawasan kepulauan Indonesia diakui oleh dunia," tuturnya.

Purnawirawan Jenderal TNI bintang empat itu menegaskan, sebagai bangsa Indonesia, tentu menjadi keharusan untuk menghargai dan menghormati tokoh yang telah mendahului kita.

"Mari jadikan momentum Hari Nusantara 2020 semangat kebersamaan. Jangan lari dari itu semua. Kita harus patuh cita-cita the founding father,” tutur Luhut.

Disebutkan, Ir Djuanda merupakan perdana menteri kesepuluh sekaligus terakhir Indonesia. Djuanda memproklamasikan konsep archipelagic state melalui Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 yang memperjuangkan kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

Sebelum Deklarasi Djuanda, konsep perairan Indonesia mengacu pada Ordonansi Hindia Belanda, yakni Teritoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonantie atau TZMKO 1939. Luhut mengatakan berdasarkan konsep itu, batas wilayah teritorial Tanah Air hanya diakui 3 mil dari garis pantai.

Dengan demikian, sebagian besar perairan di pulau-pulau Indonesia masih merupakan perairan internasional. Itu berarti, kapal-kapal asing bebas melaut di wilayah Nusantara dan mengakibatkan Indonesia terpecah-pecah.

“Dalam deklarasi itu, semua perairan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah bagian dari wilayah NKRI dan dengan demikian merupakan bagian dari wilayah nasional. Deklarasi ini juga dikenal konsepsi wawasan Nusantara,” pungkas Luhut. (adv/asp/kpg)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Berita Sehat Bugar

Read More


UPAH MINIMUM TAHUN 2020
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
KALTIM UMUM 2.981.378,72
BALIKPAPAN UMUM 3.069.315,66
BERAU UMUM 3.386.593,23
BONTANG UMUM 3.182.706,00
KUBAR UMUM 3.309.555,00
KUKAR UMUM 3.179.673,00
KUTIM UMUM 3.140.098,00
PASER UMUM 3.025.172,00
PPU UMUM 3.363.809,79
SAMARINDA UMUM 3.112.156,40

Temukan juga kami di