300 Rumah di Muara Rapak Belum Miliki Septic Tank

Akibat Masih Kurang Kesadaran Masyarakat akan Kesehatan


21 Sep 2019, 11:49:16 WIB

BALIKPAPAN – Kebiasaan sebagian warga buang air besar sembarangan (BABS) masih menjadi persoalan yang cukup serius. Tak terkecuali di wilayah Kecamatan Balikpapan Utara yang masih ada beberapa wilayah kelurahan yang belum terbebas dari BABS, salah satunya Kelurahan Muara Rapak.

Perilaku BABS dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai jenis penyakit seperti diare dan kolera. Sedangkan untuk wilayah Muara Rapak yang merupakan wilayah padat penduduk, yang masih mengalami peningkatan tentang BABS.

“Untuk wilayah Muara Rapak saat ini data yang diterima ada sekitar 300 rumah yang belum memiliki septic tank,” kata Lurah Muara Rapak Bima Wibisono kepada Balikpapan Pos, kemarin.

Hal ini disebabkan karena masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dalam hal ini juga, pihak kelurahan sudah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi permasalahan BABS di Muara Rapak, salah satunya program dari dinas kesehatan bersama dinas perumahan dan pemukiman (Disperkim) Kota Balikpapan untuk pembuatan septictank komunal di lingkungan masyarakat yang masih menjadi salah satu permasalahan.

“Untuk mengurangi permasalahan BABS, memang kita perlu kesadaran dari masyarakatya sendiri, karena untuk mengubah perilaku masyarakat memang membutuhkan waktu ,” ucap Bima.

Sedangkan untuk septictank komunal yang sudah terpasang di wilayah Muara Rapak terdapat di 2 lokasi yakni di sekitar gunug polisi dan Borobudur. Mudah-mudahan septictank komunal yang sudah terpasang ini bisa dimanfaatkan warga dengan baik, dan dapat mengurangi pelaku BABS di Muara Rapak.

“Harapannya dengan adanya program septic tank komunal ini bisa mengurangi jumlah pelaku BABS di Muara Rapak yang sekarang masih mencapai 300 rumah,” jelasnya.

Dari 300 rumah ini akan dicek kembali oleh masing-masing RT untuk memastikan rumah tersebut memiliki septictank atau tidak. Karena jika tidak dicek kembali, ditakutkan bantuan septictank tidak tepat sasaran.

Kendala terkait ekonomi memang menjadi salah satu faktor, namun bukan faktor utama. Karena untuk wilayah Muara Rapak sendiri setiap rumah saja mampu membeli peralatan elektronik yang cukup mahal. Namun tidak mampu membuat septictank yang menjadi kebutuhan utama setiap rumah.

“Harapannya kita bisa lebih peduli terhadap lingkungan, karena permasalahan yang terjadi akan berdampak pada diri kita sendiri. Serta dapat menurunkan jumlah BABS di Muara Rapak,” pungkasnya. (may/san)




Moderated by Redaksi


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2021
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
BALIKPAPAN UMUM 3,069,315
BERAU UMUM 3,386,593
BONTANG UMUM 3,182,706
KUBAR UMUM 3,386,593
KUKAR UMUM 3,179,673
KUTIM UMUM 3,140,000
PASER UMUM 3,025,172
PPU UMUM 3,363,809
SAMARINDA UMUM Update menyusul

Temukan juga kami di