26 Korban Tewas Akibat Gempa Sulbar

637 Orang Alami Luka-luka


16 Jan 2021, 10:10:32 WIB

26 Korban Tewas Akibat Gempa Sulbar

KORBAN TERPERANGKAP: Tim Basarnas Kabupaten Mamuju mengevakuasi korban yang masih berada di reruntuhan bangunan yang roboh. Kantor Gubernur Sulawesi Barat runtuh akibat gempa.


MAMUJU-Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Muh Idris membeberkan hingga kini pencarian masih terus dilakukan di Provinsi Sulawesi Barat.

Tercatat pada pukul 13.32 waktu Mamuju, sebanyak 26 orang dinyatakan meninggal dunia dari 2 tempat yang saat ini menjadi pusat gempa bumi yakni Mamuju dan Majene.

“Saat ini Majene ada 8 yang meninggal, Mamuju ada 18 yang meninggal, jadi total 26 orang,” kata Muh Idris, seperti dikutip Fajar.co.id (Jawa Pos Group), Jumat (15/1).

Sementara untuk rumah yang mengalami kerusakan berat mencapai 350 rumah dan pengungsi yang saat ini tengah diidentifikasi sebanyak 1.500 di sejumlah tempat yang ada di Sulbar.

Lebih jauh, Muh Idris menuturkan, untuk di kabupaten Mamuju saat ini tim SAR dan gabungan TNI Polri melakukan evakuasi terhadap korban yang terperangkap di kantor gubernur Sulawesi Barat. “Di kantor gubernur 2 orang dan saya dapat info dari ruko yang berada di kota kota ini jumlahnya 3 orang,” bebernya.

“Tapi mudah mudahan usaha yang dilakukan teman-teman secara simultan bisa diselamatkan,” tutupnya.

Sedangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga pukul 11.10 WIB terdapat delapan orang meninggal dunia, 637 warga mengalami luka-luka dan 15.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Hingga kini, BPBD setempat terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data pascagempa madnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1) pukul 01.28 WIB dini hari.

“Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 11.10 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 15.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Jumat (15/1).

Raditya memastikan, BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan. Sedangkan kerusakan bangunan di Kabupaten ini mencakup 62 unit rumah rusak, satu unit puskesmas rusak berat, satu kantor danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, serta komunikasi selular tidak stabil.

Sedangkan pada Kabupaten Mamuju, sambung Raditya, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market. Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju.

“BNPB memonitor upaya penanganan darurat di lapangan dilakukan oleh berbagai pihak, seperti BPBD, BNPP/Basarnas, TNI, Polri, sukarelawan dan mitra terkait lainnya,” ujar Raditya.

Menurut Raditya, saat ini warga terdampak bencana membutuhkan sembako, selimut, tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat/eksavator, alat komunikasi, makanan siap saji dan masker.

Karena itu, BNPB turut mendistribusikan bantuan dalam penanganan bencana gempabumi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene. Sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak gempa.

“Bantuan yang disalurkan antara lain 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA,” pungkasnya.(jpg)




Moderated by BalPos


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment




UPAH MINIMUM TAHUN 2020
Daerah Sektor Nominal (Rp.)
KALTIM UMUM 2.981.378,72
BALIKPAPAN UMUM 3.069.315,66
BERAU UMUM 3.386.593,23
BONTANG UMUM 3.182.706,00
KUBAR UMUM 3.309.555,00
KUKAR UMUM 3.179.673,00
KUTIM UMUM 3.140.098,00
PASER UMUM 3.025.172,00
PPU UMUM 3.363.809,79
SAMARINDA UMUM 3.112.156,40

Temukan juga kami di